Trailer adalah kendaraan tanpa mesin yang ditarik truk untuk angkutan alat berat. Kenali jenis-jenis dan fungsi lengkapnya di sini.

Jenis-Jenis Trailer Alat Berat Beserta Fungsinya

Jenis-Jenis Trailer Alat Berat Beserta Fungsinya

Di industri alat berat, tersedia banyak jenis kendaraan untuk mengakomodasi pekerjaan. Termasuk keberadaan truck trailer. Secara definitif, trailer adalah jenis kendaraan angkut kelas berat yang terdiri dari dua bagian utama: tractor head (kepala truk) dan kereta tempelan (trailer) yang dapat dilepas-pasang.

Sama seperti alat berat lain, truck trailer merupakan salah satu kendaraan berat vital dalam industri. Trailer mempunyai fungsi untuk mendistribusikan material beban berat berjumlah besar.

Jenisnya pun ada banyak dengan kegunaan masing-masing. Fungsinya tergantung pada kebutuhan operasional dan jenis muatan. Lebih jelasnya, berikut jenis-jenis trailer truck beserta fungsinya yang lazim ditemui di Indonesia.

1. Pengertian Flatbed Trailer Truck dan Fungsinya

alat berat flatbed trailer

Klasifikasi truk trailer pertama ada flatbed, trailer berdesain lantai rata yang tidak memiliki penutup, baik sisi samping kanan kiri maupun atas. Truck trailer ini terbilang serbaguna. Kegunaannya untuk mendistribusikan material yang tidak tahan terhadap paparan cuaca. Contoh muatannya seperti pipa, besi, dan mesin berat.

Baca juga: Pahami Aturan Euro 4 dan Euro 5 di Indonesia, Ini Istilah yang Sering Digunakan

Karena konstruksinya terbuka, flatbed trailer sangat efisien dalam proses bongkar muat dari segala arah, baik secara manual maupun dengan alat berat.

2. Lowboy Trailer

alat berat lowboy trailer

Kemudian ada lowboy trailer. Ini adalah trailer berdek rendah. Deknya yang rendah memungkinkan operator untuk mendistribusikan muatan yang tingginya melebihi batas normal.

Sesuai dengan pengertiannya, truk trailer ini berguna untuk mengangkut alat berat seperti eskavator, buldoser, dan peralatan konstruksi besar lainnya. Berkat deknya yang rendah, jenis trailer ini mampu menyeimbangkan stabilitas pada saat mendistribusikan muatan yang pusat gravitasinya rendah.

3. Dry Van Trailer

Selanjutnya ada dry van trailer. Jenis trailer truck dengan desain tertutup, sehingga muatan akan terlindung dari cuaca dan kerusakan eksternal. Dengan rangka ini, trailer ini sangat ideal untuk mengangkut barang-barang seperti makanan, pakaian, dan produk elektronik. 

Baca juga: Truk Molen Astra UD Trucks, Ini Spesifikasi dan Kelebihannya

Lebih tepatnya, jenis dry van trailer menjadi opsi terbaik untuk pendistribusian barang yang membutuhkan keamanan dan perlindungan ekstra selama perjalanan.

4. Refrigerated Trailer (Reefer)

Refrigerated trailer atau reefer adalah trailer yang di dalam konstruksinya terdapat sistem pendingin. Sistem cooling ini disematkan khusus guna membantu pemilik bisnis dalam mendistribusikan barang-barang tertentu yang memerlukan suhu terkontrol dalam prosesnya.

Seperti definisinya, trailer ini menjadi pilihan tepat untuk mendistribusikan produk segar. Contohnya untuk pendistribusian buah-buahan, sayuran, daging, es krim, dan obat-obatan yang harus disimpan pada suhu tertentu selama pengangkutan.

5. Tanker Trailer

tanker trailer

Tanker trailer atau terkenal dengan truk tangki adalah trailer yang konstruksinya khusus untuk mendistribusikan cairan. Contoh muatannya adalah bahan bakar, minyak, bahan kimia cair, dan air.

Baca juga: Kisah Awal Mula Bagaimana Lahirnya Mesin UD, Dimulai dari Tahun 1950-an

Sesuai namanya, trailer truck ini memiliki tangki besar yang terbuat dari baja tahan karat dan korosi (apabila memuat bahan kimia) yang mana tangkinya berfungsi untuk menjaga kebersihan dan keamanan muatan selama perjalanan.

Tangki-tangki ini juga dirancang untuk menahan tekanan internal, terutama saat mengangkut bahan berbahaya.

6. Extendable Trailer

Terakhir, extendable trailer yang memiliki fitur unik. Fitur tersebut adalah panjang trailer yang dapat diperpanjang atau dipendekkan sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga: Sejarah Terciptanya Mesin Diesel Pertama UD Trucks yang Ada Saat Ini

Trailer ini sangat berguna untuk mengangkut barang-barang yang sangat panjang, seperti balok beton, tiang listrik, atau komponen bangunan besar. Dengan kemampuannya untuk menyesuaikan panjang, trailer ini memberikan fleksibilitas dalam pengangkutan.

Tabel Perbandingan Jenis Trailer

Jenis-jenis trailer truck yang berbeda memiliki fungsi khusus sesuai dengan kebutuhan pengangkutan yang beragam. Berikut tabel perbandingannya untuk lebih memudahkan pemahaman Anda.

Jenis TrailerJumlah Sumbu (Axle) / RodaKapasitas Muatan MaksimalJenis Muatan & Kegunaan Utama
Trailer Flatbed (Datar)2 – 3 Sumbu / 8 – 12 Roda20 – 35 TonPeti kemas (Kontainer 20ft / 40ft), besi beton, kayu gelondongan, pipa besar, dan semen sak.
Trailer Skeleton (Sasis)2 – 3 Sumbu / 8 – 12 Roda20 – 35 TonKhusus untuk mengangkut peti kemas/kontainer (hanya berupa kerangka besi tanpa lantai papan).
Trailer Box / Wingbox3 Sumbu / 12 Roda20 – 30 TonBarang manufaktur, elektronik, FMCG (sembako/kebutuhan pokok), tekstil, dan kargo yang harus terlindung dari cuaca.
Trailer Lowbed (Lantai Rendah)3 – 5 Sumbu / 12 – 20 Roda35 – 60 Ton (Bisa lebih)Alat berat (ekskavator, buldozer), trafo raksasa, mesin pabrik, dan komponen turbin.
Trailer Tangki (Tanker)3 Sumbu / 12 Roda32.000 – 40.000 LiterCairan/Gas: Bahan Bakar Minyak (BBM), minyak sawit mentah (CPO), bahan kimia, gas LPG, dan semen curah.
Trailer Car Carrier (Gendong)2 – 3 Sumbu / 8 – 12 Roda5 – 8 Unit MobilDistribusi mobil baru dari pabrik/pelabuhan ke dealer-dealer resmi.

Pemilihan trailer truck yang tepat sangat penting untuk memastikan efisiensi dan keamanan dalam proses transportasi barang, baik itu barang atau alat berat, produk mudah rusak, atau barang berukuran besar.

Dengan memahami fungsi dari setiap jenis truck trailer, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat untuk bisnis Anda.Jika Anda membutuhkan trailer atau truk yang dapat diandalkan untuk keperluan bisnis, kunjungi Astra UD Trucks untuk melihat berbagai pilihan produk truk yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan niaga Anda.